Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah yang paling uggul di antara makhluk-makhluk lainnya dan akan tetap menjadi unggul asalkan bisa menggunakan keunggulannya. Sebagai makhluk Allah yang unggul tentu diikuti dengan kecerdasan yang merupakan salah satu anugerah besar kepada manusia dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan dibandingkan dengan makhluk Allah lainnya. Dengan kecerdasannya, manusia dapat terus-menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks, melalui proses berfiki dan belajar serta aktualisasi diri (mewujudkan kualitas diri melalui perbuatan yang baik dan benar) secara terus-menerus, berkat kecerdasan yang dimilikinya hingga saat ini menusia ternyata masih dapat mempertahankan kelangsungan dan peradaban hidupnya.
Sebenarnya para ahli pun tampaknya masih mengalami kesulitan untuk mencari rumusan yang komprehensif tentang kecerdasan. Dalam rentang waktu dan sejarah panjang, mereka kini merumuskan secara umum kecerdasan menjadi tiga macam, IQ, EQ, dan SQ. mengapa para ahli membagi kecerdasan menjadi tiga macam?
Pada perkembangan sebelumnya manusia pernah sangat mengagungkan kemampuan otak dan daya nalar (IQ). Kemampuan berfikir dianggap sebagai primadona, sementara potensi diri yang lain dimarginalkan (dikesampingkan). Pola pikir dan cara pandang yang demikian telah melahirkan manusia terdidik dengan otak yang cerdas tetapi sikap, perilaku, dan pola hidup sangat kontras dengan kemampuan intelektualnya. Banyak orang yang cerdas secara akademik, tetapi gagal dalam pekerjaan dan kehidupan sosialnya. Fenomena tersebut telah menyadarkan para pakar, bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan otak dan daya pikir semata, ada yang salah dalam pola pembangunan sumber daya manusia (SDM) selama ini, yakni terlalu mengedepankan IQ, dengan mengabaikan EQ dan SQ.
A. Kecerdasan Intelektual (Intelligence Quotient/IQ)
IQ adalah kemampuan potensi seseorang untuk mempelajari sesuatu dengan menggunakan alat-alat berpikir. Digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan ini rat kaitannya dengan kemampuan kognitif (penalaran) yang dimiliki oleh individu. Untuk mengetahui IQ tersebut, terhadap sesorang harus dilakukan tes intelegensi dan dari hasil tes tersebut bisa terlihat gambaran “tingkat intelegensi” orang tersebut yang hasilnya disenut IQ. Kecerdasan ini terletak di otak bagian Cortex (kulit otak). Kecerdasan ini adalah sebuah kecerdasan yang memberikan seseorang kemampuan untuk: berhitung, beranalogi, berimajinasi, dan memiliki daya kreasi serta inovasi (pembaruan). Atau lebih tepatnya diungkapkan oleh para pakar psikologi dengan “What I think” (apa yang saya pikirkan).